Prestasi para wanita dalam olahraga sangat luar biasa. Para wanita masuk pada berbagai cabang olahraga dengan semangat yang tinggi untuk menghapus anggapan bahwa olahraga hanya hegemoni maskulin. Seperti yang diungkap oleh IOC (2007:1) bahwa semula para wanita yang berlaga di olimpiade hanya mengikuti cabang olahraga tenis, berlayar, kriket, menunggang kuda, dan golf. Sekarang para wanita sudah dapat memainkan berbagai cabang olahraga modern seperti sepakbola, hoki, olahraga bela diri, triathlon dan bahkan pentathlon.
Masih kurangnya olahraga-olahraga untuk wanita daripada pria di Olimpiade dan pertandingan-pertandingan internasional lainnya. Hal ini menjadi salah satu masalah dalam pemberian kesempatan para wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga-olahraga kompetitif tingkat dunia. Begitu juga dengan kesempatan untuk bermain dalam olahraga-olahraga profesional selalu ada ketakutan untuk para wanita. Meskipun begitu sekarang ini banyak para wanita berprofesi sebagai atlit yang menggantungkan hidupnya dari prestasi di ajang olahraga.
Prestasi yang dicapai para wanita dalam olahraga sering pula dikaitkan dengan pandangan yang tradisional dan modern terhadap mereka. Pandangan tradisional menyebutkan bahwa wanita adalah makhluk feminis, lemah lembut,serta memiliki image seksualitas yang tinggi sebagai bentukan budaya di seluruh dunia. Ketika wanita itu berpartisipasi dalam olahraga dan berprestasi, berbagai pandangan mulai dari tubuh yang lebih maskulin dan kehidupan seksualitas mereka yang sering kali menjadi bahan pembicaraan. Media ikut andil dalam membangun pandangan-pandangan tersebut. Seperti yang diungkap oleh Maguire, et al (2002:61) bahwa “when succesful athletes are perceived to be a challenge to established gender ideology, such as being lesbian or being heavily muscled, they can receive negative media commentary”. Pengaruh media yang begitu besar telah memberikan Brand Image positif maupun negatif terhadap partisipasi wanita dalam olahraga. Secara global juga pandangan-pandangan yang ditujukan pada wanita yang berpartisipasi dalam olahraga dibangun oleh media itu sendiri.
Salah satu olahraga yang sering menjadi perhatian dalam masalah wanita dan olahraga adalah Tenis. Lebih lanjut dijelaskan pemain tenis wanita seperti Anna Kournikova, Martina Navratilova, dan Amelie Mauresmo memiliki karakteristik yang berbeba satu sama lain. Para pemain olahraga wanita itu membangun jati diri mereka sendiri di lapangan, tetapi persepsi media dan orang yang menonton membangun image mereka di luar lapangan. Anna Kournikova membangun identitas dirinya dengan bergaya modis, memakai pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, rambut diparas cantik sehingga image terhadap dirinya yang timbul sebagai ”sport babes” merupakan salah satu bentuk pandangan media dan orang lain.
Wanita Olahraga Indonesia memang belum ada yang memperlihatkan prestasi yang cukup mengesankan dalam berbagai cabang olahraga di tingkat Internasional. Bulutangkis Susi Susanti yang pernah menggondol medali Emas di Olimpiade Atlanta dan Petenis Yayuk Basuki yang pernah masuk dalam jajaran petenis elit dunia wanita merupakan contoh kecil prestasi yang dicapai oleh para wanita olahraga Indonesia. Media dan mayarakat Indonesia waktu itu lebih melihat bahwa mereka benar-benar
berprestasi melalui semangat juang dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Tidak ada pandangan negatif yang diberikan pada mereka karena norma dan nilai yang ada memberikan perlindungan jaminan kebebasan mengekspresikan diri dalam olahraga tersebut. Pandangan sexualitas terhadap mereka seolah hilang karena prestasi yang telah ditunjukkan. Prestasi dan seksualitas wanita olahraga di Indonesia tidak memiliki hubungan yang kuat karena nilai dan norma yang dimiliki bangsa Indoensia telah member perlindungan bagi perkembangan partisipasi wanita dalam olahraga.
Sumber : http://staff.uny.ac.id/
![]() |
| Add caption |
Rino adalah seorang anak kelas VII smp tepatnya di salah satu desa di Jawa Timur, ia ingin sekali bisa bermain bola voly. Pada awalnya ia belum mengerti tentang cara bermain bola voly. Suatu ketika ayahnya seorang guru olahraga mengajari rino belajar bola voly, pada awalnya rino sangat gaguk sekali misalnya pada saat pasing bawah tidak teratur arah bolanya.
Kemudian ia bertanya pada ayahnya bagaimana pasing yang benar??? Kemudian ayahnya memberitahu bagaimana pasing bawah yang benar,tahap demi tahap ia praktekkan dengan berulang kali pada saat sesudah pulang sekolah,setelah satu minggu berlangsung ternyata rino pun bias pasing bawah dengan benar, ayahnya pun sangat kaget melihat hal tersebut, kemudian ayahnya berkata “ wah cepat sekali kamu belajar hebat-hebat”
Setelah Rino mahir dalam pasing bawah kemudian ayahnya mengajarinya cara smash bola, ayahnya pun berkata “kalau kamu bisa smash maka kamu akan ayah ikutkan di club voly, tapi kamu harus rajin rajin latihan”. Tidak lama kemudian rinopun dimasukkan kedalam club voly.
Senin,Rabu,Minggu itulah jadwal Rino bermain voly di clubnya, hari demi hari Rino semakin mahir semangatnya ingin bisa bermain voly sangatlah terlihat ketika ia dating lebih awal dan menyiapkan alat alat untuk latihan, tapi pada suatu ketika ia dating terlambat pelatihnyapun bertanya “ Kenapa kamu terlambat ?”, Rino pun menjawabnya anu pak tadi menyusul Dodi dulu karena ban sepedanya bocor, ketika itu juga pelatihnya pun memberikan hukuman push up kepada rino seperti hari hari sebelumnya yang diberikan kepada teman temannya ketika terlambat.
Bulan demi bulan Rino semakin mahir saja bermain bola voly ayahnya pun bangga apalagi ketika itu Rino ikut tournament bola voly sekecamatan dan teamnya meraih juara I sekecamatan. Itulah pengalaman rino bermain bola voly jadi untuk kalaian semua janganlah mudah menyerah ok !!!!
By : Eknal - Mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga UNESA
By : Eknal - Mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga UNESA
Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Akibatnya, penderita thalassemia akan mengalami gejala anemia diantaranya pusing, muka pucat, badan sering lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi berulang. Thalassemia terjadi akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein yang di butuhkan untuk memproduksi hemoglobin sebagaimana mestinya.Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang berada di dalam sel darah merah dan berfungsi sangat penting untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkannya sebagai energi. Apabila produksi hemoglobin berkurang atau tidak ada, maka pasokan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh tidak dapat terpenuhi, sehingga fungsi tubuh pun terganggu dan tidak mampu lagi menjalankan aktivitasnya secara normal.
Secara umum, terdapat dua jenis Thalassemia yaitu :
1. Thalassemia Minor
Penderita Thalassemia minor atau trait tampak seperti orang yang sehat dan normal, namun membawa sifat thalassemia yang dapat diturunkan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, penderita thalassemia minor sering disebut sebagai pembawa thalassemia.
Thalassemia minor sudah ada sejak lahir dan akan tetap ada di sepanjang hidupnya.
2. Thalassemia mayor
Penderita thalassemia mayor akan tampak normal saat lahir, namun di usia 3-8 bulan akan mulai terlihat akan adnya gejala anemia. Selain itu, juga bisa munjul gejala lain seperti jantung berdetak lebih kencang dan facies cooley.
Facies cooley adalah ciri khas thalassemia mayor, yakni batang hidung masuk ke dalam dan tulang pipi menonjol akibat sumsum tulang yang bekerja terlalu keras untuk mengatasi kekurangan hemoglobin.
Penderita Thalassemia mayor memerlukan perhatian lebih khusus. Pada umumnya, penderita thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah dan pengobatan seumur hidup. Tanpa perawatan yang baik hidup penderita thalassemia mayor hanya dapat bertahan sekitar 1-8 tahun.
Thalassemia adalah penyakit keturunan
Thalassemia adalah penyakit yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Apabila salah satu orang tua membawa sifat thalassemia, maka 50% kemungkinan anak yang dilahirkan akan menjadi pembawa thalassemia dan tidak seorang anak pun yang akan terlahir sebagai penderita thalassemia mayor. Namun, apabila kedua orang tua membawa sifat thalassemia, maka 50% kemungkinan anak yang dilahirkan menjadi pembawa thalassemia dan 25% kemungkinan melahirkan anak penderita thalassemia mayor.
Uji Saring Thalassemia
Mengingat Thalassemia adalah penyakit keturunan, maka satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah adalah dengan menghindari pernikahan antar sesama pembawa sifat thalassemia. Dan karena pembawa sifat thalasemia tampak seperti orang sehat dan normal, maka satu-satunya cara adalah dengan melakukan pemeriksaan panel uji saring thalasemia sebelum menikah.
Panel uji saring thalassemia terdiri dari kumpulan pemeriksaan darah yang dapat digunakan untuk menyaring atau mengetahui apakah seseorang membawa sifat thalassemia.
Panel ini mencakup jenis pemeriksaan sebagai berikut:
1. Hematologi Rutin
2. Gambaran Darah Tepi
3. Analisa Hemaglobin HPLC
4. Badan Inklusi HbH
5. Ferritin
6. Tes Presipitasi DCIP
Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi:
1. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita thalassemia.
2. Seseoranga dengan gejala anemia terus menerus atau memiliki ciri khas thalassemia.
3. Pasangan usia subur.
4. Seseorang dengan kadar hemoglobin rendah, meski sudah minum obat atau suplemen penambah darah seperti zat besi.
5. Ibu hamil (dagnosis prenatal)
6. Seseorang dengan hasil pemeriksaan anemia mikrositik dan atau hipokromik (MCV ≤ 80fL dan atau MCH ≤ 26pg).
7. Seseorang dengan hasil pemeriksaan ukuran sel darah merah lebih kecil kecil dari normal atau gambaran sel darah merah abnormal meski kadar hemoglobin normal.
Semoga bermanfaat
By : Tiana Halawa - FE'10 Universitas Borobudur
Aku bukan seorang penulis namun, aku menggoreskan tinta di atas kertas hanya untuk berbagi dan siapapun yang kelak membaca goresan ini dapat belajar dari pelajaran hidup seorang gadis lugu dan polos?
Pertanyaan yang sama berulang kali mereka lontarkan kepada sang Gadis Lugu dan Polos?
Mereka hanya menilai apa yang dapat mereka lihat dengan telanjang mata tanpa pernah mereka rasakan dan alami?
Ini bukan tentang “Sebuah kehidupan baru yang kelak akan terlahir kedunia ini namun, kehidupan yang telah ada dan sedang berjalan meski kini kehidupan ini tak lagi dapat dikatakan layaknya sebuah kehidupan?”
Bagi kaum Adam sebuah kehormatan dan keperawanan seorang gadis bukan sesuatu yang berharga melebihi hidup dan nyawa mereka sendiri?
Yang aku tahu bagi mereka kehormatan seorang gadis tak lebih hanya sekedar direnggut untuk dinikmati, dicicipi dan memuaskan nafsu birahi mereka tanpa mereka berfikir sedikitpun tentang nasib sang gadis kelak?
Apa mereka sadar dengan apa yang telah mereka lakukan pada diri sang gadis?
Apa mereka sadar mereka dapat terlahir kedunia ini dari rahim seorang ibu dan seorang ibu merupakan seorang gadis, seorang gadis yang telah mengandung, bertaruh nyawa antara hidup-mati demi melahirkan dan merawat mereka hingga dewasa dan menikmati betapa indahnya kehidupan yang diciptakan oleh Sang Penguasa Jagad Semesta Raya ini?
Apa mereka tau betapa hancurnya hati sang gadis yang telah mereka manfaatkan, mereka renggut kehormatan sang gadis lalu mereka tinggalkan begitu saja tanpa perasaan sedikitpun dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan pada diri dan hidup sang gadis?
Setelah mereka puas mendapatkan semua yang mereka inginkan, kini mereka bebas mencari kesenangan yang lain diluar sana sementara sang gadis harus terpuruk dan kalut menanggung duka bhatin seumur hidupnya tanpa dapat terfikir dibenak mereka untuk memulai membuka lembaran hidup yang baru dan mencoba bangkit dari penderitaan hidup dan mencari kebahagiaan yang selama ini mereka khayalkan?







